Gugus Tugas Pencegahan Corona

KABUPATEN LANGKAT
Posko Covid-19: Dinas Kesehatan Kab. Langkat 
[SALAH] Terlibat Pembuatan COVID-19 di China, FBI Menangkap Profesor Harvard
Rilis ini terbit di covid19.go.id pada: 03 Apr 2020

Hasil Periksa Fakta Helmi Fadillah Dwi Putra (Anggota Komisariat MAFINDO IISIP)

Setelah ditelusuri, Lieber ditangkap karena masalah visa dan membuat pernyataan palsu. Sehingga tidak ada kaitannya dengan pembuatan COVID-19 di China.

=====

Kategori: Misleading Content

=====

Sumber: Facebook

Hoaks Profesor Harvard1

=====

Narasi:

“FBI Mengumumkan Penangkapan Profesor Harvard dan Ketua Biologi Kimia yang Tertangkap Bekerja dengan Universitas Cina di Wuhan, Cina”

=====

Penjelasan:

Akun Timothy Simamora memposting video berdurasi 2 menit 20 detik berisi konferesi pers FBI terkait penangkapan Profesor Kimia Biologi dari Universitas Harvard dengan dua orang warga negara China. Disebutkan pula dalam narasi bahwa orang-orang yang ditangkap tersebut bekerja untuk perguruan tinggi di Wuhan, China. Postingan Facebook tersebut sudah dibagikan 155 kali dan 105 penyuka.

Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa ketiga orang yang ditangkap dengan kasus yang berbeda. Hal itu diketahui setelah melakukan penelusuran dengan mesin pencari “FBI Arrested Harvard Professor.”

Dari hasil pencarian, ditemukan informasi resmi pada 28 Januari 2020 dari Departemen Kehakiman AS mengenai penangkapan Charles Lieber. Menurut Departemen Kehakiman, Charles Lieber dan dua warga negara Cina, Yanqing Ye dan Zaosong Zheng, didakwa dalam tiga kasus yang berbeda dan tidak terkait dengan perguruan tinggi di Wuhan.

Dalam dakwaannya, justru Charles Lieber didakwa akibat membuat pernyataan salah dan data fiktif serta pemalsuan visa. Sedangkan warga Negara China didakwa akibat menyeludupkan 21 vial bahan penelitian biologi kedalam kaus kaki dan membuat data fiktif serta pernyataan palsu. Sehingga informasi mengenai penangkapan profesor dari Universitas Harvard dan dua warga China menyesatkan, padahal dalam kasusnya ketiganya ditangkap dengan beda kasus.

Lieber dikaitkan dengan COVID-19 hanya karena kebetulan bekerja di sebuah universitas di Wuhan, kota di mana virus tersebut pertama kali muncul. Departemen Kehakiman Amerika telah membantah, bahwa mereka mendakwa Lieber atas tuduhan telah terlibat dalam pembuatan COVID-19. Jadi informasi yang diunggah akun Facebook Timothy Simamora merupakan sesat, dan masuk kategori Misleading Content atau konten yang menyesatkan.

=====

Referensi:

Hoaks Profesor Harvard2

Hoaks Profesor Harvard3

Hoaks Profesor Harvard4

The post [SALAH] Terlibat Pembuatan COVID-19 di China, FBI Menangkap Profesor Harvard appeared first on TurnBackHoax.