Gugus Tugas Pencegahan Corona

KABUPATEN LANGKAT
Posko Covid-19: Dinas Kesehatan Kab. Langkat 
[SALAH] “Modus Menghabisi Ustadz, Disuntik COVID-19 Sampai Mati”
Rilis ini terbit di covid19.go.id pada: 06 Apr 2020

Beredar narasi yang menyebut bahwa usulan 5.000 ulama di Jawa Barat harus menjalani rapid test merupakan modus menghabisi ustadz dengan cara disuntikan virus corona atau Covid-19 hingga meninggal dunia. Pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjelaskan bahwa usulan 5.000 ustadz menjalani rapid test sendiri berdasar dari hasil rapid test massal di Jabar sepekan terakhir, yang menunjukkan 667 orang terindikasi Covid-19.

Selengkapnya terdapat di penjelasan!

Kategori: Misleading Content

=====

Sumber: Media Sosial Facebook dan Pesan Berantai WhatsApp

=====

Narasi:

WASPADALAH…!!!

Perlu dicermati. Di runing teks sebuah TV-5000 ustadz di Jabar akan menjalani rapid test.

Lho kenapa hanya ustadz.? Kenapa nggak semua tokoh agama.? Waspadalah…!!! Ustadz yng lurus bisa divonis positif Corona…!!!

'#Patut diduga gaya PKI

???? Modus Menghabisi Ustadz..!!??

Ustadz yg sehat bisa saja divonis PDP, dimasukkan RS, disuntik covid-19 sampai mati, dikantongi plastik langsung dikubur oleh RS. Tidak ada yang bisa protes.

Kita harus mengambil sikap tegas…????

=====

Penjelasan:

Melalui pesan berantai WhatsApp dan juga media sosial Facebook, beredar sebuah narasi yang menyebut bahwa usulan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum terkait dengan rencana akan menggelar rapid test bagi 5.000 ustadz di Jawa Barat merupakan bentuk dari modus menghabisi ustadz. Menurut pesan yang beredar, nantinya ustadz yang sehat bisa saja divonis PDP, lalu dimasukan ke RS dan kemudian disuntik virus corona atau Covid-19 hingga meninggal dunia.

Faktanya, usulan Wakil Gubernur Jabar terkait dengan 5.000 ulama di Jabar harus menjalani rapid test mempunyai alasan yang mendasar. Ulama yang dimaksud adalah mulai dari tokoh agama di kampung dan desa hingga pondok pesantresn. Ulama sendiri masuk ke dalam kategori B, sebagaimana mereka adalah kelompok masyarakat yang dikategorikan sering bertemu dengan banyak orang. Melansir dari fajar.co.id, Uu menjelasakan, rencana tersebut juga dipicu dari hasil rapid test massal yang dilakukan di Jabar dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

“Rencana itu dipicu berdasar hasil rapid test massal di Jabar sepekan terakhir yang menunjukkan 667 orang terindikasi positif Covid-19. Seperti yang terjadi di rumah ibadah Lembang Bandung dan Stukpa Sukabumi,” jelasnya.

Menurut Uu, pesantren juga berpotensi menjadi kluster baru penularan Covid-19. Terlebih lagi, kiai atau sesepuh pondok pesantren sering menerima tamu atau bersalaman dengan santri. Oleh sebab itulah, Pemprov Jawa Barat akan melaukan rapid test secara massif kepada 5.000 kiai di Jawa Barat.

“Pak Gubernur Jabar (Ridwan Kamil) meminta saya untuk koordinasi dengan tokoh ulama, MUI dan pimpin pondok pesantren untuk tes massal ini,” pungkasnya.

Melansir dari kompas.com, Uu menambahkan bahwa rapid test Covid-19 bagi 5.000 ulama ini dilakukan untuk kepentingan bersama demi memutus mata rantai penyebaran virus corona itu sendiri. Terkait dengan jadwal tes, Uu mengatakan hingga saat ini pihaknya tengah berkoodinasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk tokoh ulama dan pesantren.

Kesimpulannya adalah, narasi pesan yang menyebut bahwa usulan 5.000 ulama jalani rapid test merupakan bentuk modus menghabisi ulama merupakan informasi yang tidak berdasar. Narasi tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. Di mana narasi tersebut bisa menimbulkan tafsir atau pemahaman yang salah di masyarakat.

=====

Referensi:

Modus Menghabisi Ustadz1

Modus Menghabisi Ustadz2

Modus Menghabisi Ustadz3

Modus Menghabisi Ustadz4

Modus Menghabisi Ustadz5

Modus Menghabisi Ustadz6

Modus Menghabisi Ustadz7

Modus Menghabisi Ustadz8

Modus Menghabisi Ustadz9

Modus Menghabisi Ustadz10

Modus Menghabisi Ustadz11

Modus Menghabisi Ustadz12

!Modus Menghabisi Ustadz13

The post [SALAH] “Modus Menghabisi Ustadz, disuntik covid-19 sampai mati”appeared first on TurnBackHoax.